Macam-macam Pesan error Pada Komputer Serta solusi nya

Selamat Siang sahabat Blogger kali Ini saya akan membagikan artikel Macam-macam Pesan error Pada Komputer Serta solusi nya

Selain mengetahui cara kerja komputer, ada baiknya kita mengenal hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan (error) yang ditemukan dalam sistem komputer. Kesalahan ini ditemukan dalam bermacam-macam kasus, baik pemrograman, maupun dalam bidang lainnya dalam proses yang dilakukan dengan menggunakan komputer. Jenis error apa sajakah yang mungkin ditemukan dalam suatu proses eksekusi? Berikut jenis error yang sering ditemukan:

Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…

Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D)
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:


Buka Registry Editor.
Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory ManagementDouble-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.
NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.

Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.

Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.

Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,"

jika anda sudah mengetahui jenis error dan cara mengatasinya, anda tidak perlu panik lagi. Semoga dapat membantu anda.

Cara mengatasi Masalah PAda Hp Cina


Tips dan trik mengatasi masalah pada HP China. Awalnya sempat dipandang sebelah mata karena masih diragukan kualitasnya namun, seiring dengan berjalannya waktu ponsel lokal mulai diterima di masyarakat. Dengan model yang beragam, fitur yang lumayan serta harga yang lebih murah dari ponsel ternama membuat ponsel lokal mulai menguasai pasar ponsel di Indonesia.Semakin banyak pemakai ponsel lokal di kalangan masyarakat, semakin beragam masalah mulai timbul. Nah, di kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang tip n trik mengatasi masalah yang sering muncul pada HP cina/lokal berikut ini adalah beberapa masalah yang paling sering menimpa ponsel lokal beserta solusinya:

Memori Full
Ada kalanya sa'at mengakses internet, muncul pesan "memory full" dan akses menjadi gagal. Beberapa ponsel lokal memang memiliki kapasitas memori terbatas, sehingga kadang sa'at mengakses halaman yang kompleks sering muncul pesan Error tersebut. Solusinya, pindahkan file-file seperti dokumen, foto, video lagu dan lain-lain yang ada di memori internal ke memori eksternal. Ini akan menambah ruang dalam memori internal ponsel lokal Sobat, khusus sa'at mengakses halaman Facebook, agar ringan Sobat bisa mencoba untuk mengakses versi zeronya dengan alamat http://0.facebook.com (gratis).

Tidak bisa memainkan musik dan video
Terkadang ponsel Sobat tidak bisa mencari dan memainkan file lagi yang ada di dalam kartu memori. Solusinya, cobalah untuk membuat folder baru dan beri nama "My Music" di kartu memori, lalu pindahkan file mp3 ke dalam folder tersebut. Matikan dan restart kembali ponsel Sobat. Sedangkan untuk file Video yang tak bisa diputar, kemungkinan ponsel Sobat hanya mendukung format 3gp. Solusinya, video yang hendak Sobat masukkan ke ponsel harus dikonversi ke vormat 3gp. dan Jika format filenya sudah termasuk yang didukung ponsel lokal, namun tetap tidak bisa diputar, biasanya dikarenakan resolusi video terlalu besar/melebihi batas maksimum yang bisa ditampilkan oleh handphone. Solusinya, video harus diconvert ke ukuran yang sesuai dengan resolusi layar ponsel Sobat.

Tidak bisa kirim file pake Bluetooth
Ingin berbagi file lewat bluetooh, tapi gagal?,,,Hal tersebut dikarnakan oleh kesalahan setting penyimpanan file hasil kiriman. Terkadang penyimpanan file hasil kiriman bluetooth disetting ke memori internal. Cobalah untuk memindahkan setting memori eksternal supaya dapat melakukan transfer file via bluetooth.

Tidak bisa browsing via Opera Mini
Opara Mini memang browser mobile yang handal. Namun terkadang Sobat sulit mengakses web via browser tersebut. supaya lancar pastikan setting network Javanya sudah benar. Kemudian cek juga pengaturan tangal dan jam (local time). Jika waktu di ponsel tidak cocok dengan watktu global, maka Opera Mini tidak bisa digunakan untuk menjelajah halaman
web.

Video 3gp tidak bisa diputar
Kebanyakan posnel lokal memakai format video 3gp. Namun, ada juga ada juga ponsel lokal yang memakai format lain semisal kmv. Jadi, solusinya pastikan format video yang hendak Sobat masukkan sesuai dengan format video yang didukung oleh ponsel (dalam hal ini coba baca kembali poin 2)

Tidak bisa memotret
Pernah menghalami gagal memotret dengan ponsel Cina dengan pesan error "camera module not ready" ? Jika pernah, maka solusinya adalah mengupdate software ponsel (dapat dilakukan di service resmi ponsel yang bersangkutan). Solusi kedua adalah dengan mengganti modul kamera baru.

Gagal menjalankan aplikasi pada ponsel QWERT lokal
Terkadang aplikasi berbasis Java tidak bisa berjalan baik pada ponsel lokal berinput qwerty atau touchscreen, padahal proses instalasi sudah berhasil.Hal ini disebabkan oleh apliaksi Java itu sendiri, karena tidak semua aplikasi sesuai dengan resolusi layar ponsel. Solusinya, sebelum mendownload atau menginstall aplikasi baru hendaknya perhatikan resolusinya, pastikan resolusinya sama dengan resolusi ponsel itu sendiri. untuk mengecek resolusi ponsel biasanya ada di box/kotak penjualannya atau Sobat bisa browsing internet.

Tidak bisa set gambar menjadi wallpaper
Sa'at mengatur gambar untuk dijadikan wallpaper, muncul notifikasi "memori penuh". Hal ini disebabkan, ukuran file/resolusinya terlalu besar. Solusinya, perkecil ukuran dan sesuaikan resolusi file yang akan dijadikan wallpaper dengan resolusi layar ponsel tersebut.

Kontak pengisian jelek/bad contack charger
Hal ini disebabkan oleh tegangan output charger melebihi kapasitas yang seharusnya bisa diterima oleh ponsel. Slusinya pastikan tegangan output charger sesuai yakni biasanya antara 3.7v - 4.2v. Namun bila tegangan output charger sudah sesuai tapi masih tetap saja timbul masalah pada charger kemungkinan besar ada masalah pada rangkaian elektrik di ponsel. Jika demikian, sebaiknya dibawa ke service centernya saja.

Baterai tidak bisa dicharge/tidak mengisi
Jika sudah dipastikan tidak ada masalah dengan chargernya, maka periksa kondisi baterai kembung atau tidak. Jika iya, maka sebaiknya ganti dengan yang baru. Bila kondisi fisik masih bagus, periksa tegangan output apakah sesuai standarnya yakni antara 3.7 - 3.9v, jika tegangan kurang dari 3.7v maka Sobat dapat menchargernya menggunakan dekstop charger atau power supply untuk beberapa saat setelah itu ukur kembali apakah sudah mencapai 3.7v atau belum.Jika sudah maka Sobat dapat memasangnya pada handphone dan menchargernya dengan charger bawa'an. Bila tegangan lebih dari standarnya, hal ini berarti baterai tersebut sudah rusak. Perhatikan, bila Sobat tetap memasangnya pada ponsel, dapat menyebabkan kerusakan lain, maka dari itu sebaiknya segera ganti dengan baterai yang baru untuk menghindari hal tersebut.

Tag: Cara memperbaiki Hp Cina, Cara memperbaiki Hape cina, Cara Mengatasi masalah Pada Hp CinaTips dan trik mengatasi masalah pada HP China, Tutorial Memperbaiki Masalah Hp Cina, cara Mengatasi Error Hp Cina, Cara mengatasi Masalah Memori Full pada Hp Cina.

Troubleshooting Pada Komputer Serta Cara Mengenalinya


Troubleshooting
Komputer sudah merupakan alat bantu yang tergolong penting saat ini, kita ambil salah satu contoh pada kegiatan perkantoran, tentunya dengan adanya komputer maka pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Sebagai pengguna atau pemakai komputer tentunya kita juga pernah mengalami masalah dengan komputer. Hal tersebut dapat diakibatkan adanya ketidaksesuaian dari komponen dasar komputer itu sendiri yang biasanya berkaitan dengan Software (perangkat lunak atau aplikasinya), Hardware (perangkat keras) atau Brainware (si pemakai komputer).Pengertian Troubleshooting Komputer
Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda terutama yang berhubungan dengan Hardware.
Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software, sedangkan untuk permasalahan dengan Brainware, penulis hanya dapat memberikan saran “istirahat dulu deh, he…”.
Teknik dalam Troubleshooting
Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.



1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
§ Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
§ Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
§ dsb.

2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :
§ Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
§ Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
§ dsb.

Tabel Pendeteksian Masalah
Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut penulis akan membahas lebih dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda, silakan simak tabel berikut :

Komponen Pendeteksian Masalah
1. Power Supply Analisa Pengukuran
2. Motherboard
3. Speaker
4. RAM Analisa Suara
5. VGA Card + Monitor
6. Keyboard Analisa Tampilan
7. Card I/O
8. Disk Drive
9. Disket
Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3.
Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.
Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
§ Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
§ Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
§ Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
§ Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
§ Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).


Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.
Analisa Tampilan

Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting
§ Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
§ Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
§ Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

Dengan kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat terdapat masalah pada komputer Anda kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membawa ke tempat servis, kalaupun harus membawa ke tempat servis kita sudah mengerti letak permasalahannya.

Dengan pemahaman troubleshooting komputer yang lebih dalam tentunya akan lebih mempermudah kita untuk mengetahui letak permasalahan dalam komputer dan tentunya akan lebih menyenangkan apabila kita dapat memperbaiki sendiri permasalahan tersebut. Semoga pembahasan sederhana tentang troubleshooting ini dapat bermanfaat, selamat mencoba dan terima kasih.

Komentar kalian

Total Tayangan Laman

Tukar Link Yuk..!!!

SUBHANOSUKE