Cara Mengambil BANDWIDTH Warnet Tanpa Software

Selamat Malam Pemirsa Malam ini Admin Selaku Penulis Akan Membagikan Artikel Cara Mengambil BANDWIDTH Warnet Tanpa Software. menggunakan gpedit.msc. Ok langsung aja di TKP :D
Sebenernya cara ini adalah cara yang digunakan untuk mempercepat kecepatan ineternet kita pada windows XP.
 Inti nya adalah windows XP tersetting secara default akan mengambil 20% dari kecepatan akses internet kita yang 100%.
Sebenar nya, ada beberapa software juga yang dapat kita gunakan untuk membatasi pemakaian bandwidth pada tiap komputer client, tapi cara ini belum dapat menjamin 100% bandwidth komputer client di warnet terbagi secara adil.
Nah, cara yang akan saya gunakan adalah dengan cara mensetting % penggunaan bandwidth client yang di setting melalui windows itu sendiri.

Lihat Cara Mengambil BANDWIDTH Warnet Tanpa Software dibawah ini
Cara nya adalah sebagai berikut:

  • Klik start ==> run
  • Lalu ketikan "gpedit.msc" (tanpa tanda Petik), Kemudian setelah itu keluar kotak “Group Policy
  • Di “ Computer Configuration “, Pilih “Administrative Templates
  • Lalu pilih "Network"
  • Klik pada "QoS Packet Scheduler "
  • Setelah itu Pilih Pada "Limit reservable Bandwidth"
  • Pilih dari "Not Configured" menjadi Enable
  • Setelah itu Pada tabel bawah pada tulisan “ Bandwidth Limit % “ Ubah Dari “20” Menjadi “80 atau 20”, Lalu “Apply” , “ OK “. setting ini tergantung dari jumlah komputer, jika kita mau setting setiap komputer dapet bandwith 10% maka kita tinggal masukan angka 90%, bila setiap komputer ingin kita set dapat 20% maka tinggal kita masukan angka 80%. semoga membantu.

Cara Membuat CD/DVD Bootable Windows

cd bootableBagaimana cara Membuat CD/DVD Bootable Windows? Setelah mengcopy semua file-file instalasi windows dan dibakar di CD kemudian digunakan untuk install ulang, ternyata CD Room tidak membaca isi CD R sehingga proses instalasi gagal. Mengapa demikian? Jawabannya karena file-file windows yang dicopy tadi tidak disetting untuk dijadikan bootable windows sehingga ketika proses install dilakukan CD Room menganggapnya sebagai CD biasa dan memang bukan bootable windows.
Untuk membuat CD/DVD bootable windows, entah Windows XP/Vista/7 ada 2 langkah yang dilalui yaitu membuat file-file installer windows sebagai ISO file dan tahap berikutnya adalah membakar file ISO menjadi CD/DVD Bootable Windows. Ikuti langkah-langkah berikut;
  1. Siapkan software pembuat ISO file. Dalam contoh ini saya menggunakan Free ISO Creator
  2. Siapkan software untuk membakar ISO file menjadi Bootable CD/DVD Windows. Dalam contoh ini saya menggunakan software InfraRecorder
  3. Setelah download kedua software tersebut, silahkan install. Kedua software ini adalah FREE
  4. Siapkan file-file installer windows misalnya yang anda download atau yang sudah ada dalam komputer anda sebelumnya.
  5. Dalam contoh ini saya menggunakan Windows XP SP-3
Panduan Lengkap Membuat CD/DVD Bootable Windows
Bagian #1 Membuat ISO file:
  1. Jalankan Free ISO Creator untuk melakukan tugas membuat ISO file dan folder.
  2. Klik [Add Folder] dan masukkan semua folder instalasi windows
  3. Setelah semua folder tercopy, kini saatnya klik [Add Files] untuk menambahkan file-file yang masih tersisa. Hasilnya seperti gambar di bawah ini;free iso creator
  4. Selanjutnya silahkan klik [Save ISO as…] beri nama file ISO anda dan simpan di tempat yang mudah ingat. Jangan lupa memberi ekstensi “.iso” dibelakang nama file yang akan anda simpan. Lihat gambar di bawah ini;
  5. Langkah terakhir dari proses ini adalah klik [Convert] untuk mengkonversi file
  6. Tunggu sampai proses convert selesai dan lihat hasilnya, seperti gambar di bawah ini;iso file
  7. Sampai di sisni file ISO telah siap
Bagian #2 Membakar ISO file Menjadi CD/DVD Bootable Windows:
  1. Jalankan InfraRecorder yang telah anda install dan tampilannya akan seperti berikut; infrarecorder
  2. Masukkan CD/DVD Blank pada DVD/CD-Rom.
  3. Klik tombol [Write Image] seperti yang kelihatan dari gambar di atas, kemudian cari file iso windows yang baru saja anda buat diatas.
  4. Jika telah menemukannya klik pada file iso tersebut lalu tekan tombol [Open]
  5. Pada jendela berikut, silahkan atur sesuai selera anda. Jika menggunakan pengaturan default, langsung saja klik [OK] dan silahkan minum the sambil makan kue hingga prosesnya selesai.
  6. Setelah selesa, Bootable CD/DVD Windows sekarang dapat digunakan sebagai bootable untuk menginstall OS windows.
Selamat mencoba..
Sumber: agussale.com

Tutorial & Cara Menginstall Linux Menggunakan Flashdisk


Selamat Malam semua kali ini saya kan membagikan Artikel tentang Tutorial & Cara Menginstall Linux Menggunakan Flashdisk
Linux


UNeetbootin
UnetBootin adalah aplikasi open source yang berfungsi membuat bootable Live USB untuk berbagai distribusi Linux. Sehingga kita bisa menjalankan linux langsung dari USB Flashdisk untuk melakukan pemasangan Distro Linux ke Komputer/Netbook yang tidak terpasang Drive Optic CD/DVD, kelebihan lainnya adalah kita bisa mencoba Distro Linux tanpa memerlukan hardisk dan tidak mengganggu sistem atau data yang ada di hardisk.

Aplikasi ini bisa dijalankan di Windows 2000/XP/Vista atau linux.

Selain itu, kita juga bisa menambahkan berbagai plugins lainnya. Selengkapnya tentang cara penambahan plugins, bisa dibaca di http://unetbootin.wiki.sourceforge.net/useplugin

Cara Penggunaan
UNetBootin, menyediakan fitur untuk langsung download Linux dari internet atau menggunakan file ISO (CD Image) yang sebelumnya sudah kita unduh. Flashdisk diperlukan berukuran 1 GB atau lebih besar dan menggunakan format file system FAT32. Untuk Sistem Operasi Windows Aplikasi ini tidak perlu di install, tetapi bisa langsung dijalankan saja.

Sebelum Anda mempraktekkan tulisan saya ini ada beberapa yang harus di persiapkan terlebih dulu diantaranya:
  1. Flashdisk 2 GB atau lebih besar lebih baik.
  2. ISO/CD distro Linux BlankOn yang harus Anda Unduh terlebih dulu bagi yang belum memiliknya (tidak harus BlankOn bisa juga distro lainnya).
  3. Unetbootin yang bisa Anda Unduh di situs resminya berikut ini:http://unetbootin.sourceforge.net/

Pertama Format Flashdisk Anda dengan jenis FAT32, jika Anda memakai Flashdisk yang sudah ada isinya, silakan backup dulu isinya ke hardisk atau ke media simpan lainnya dengan cara Salin-Tempel.

Format Flashdisk Anda
Klik dua kali file unetbootin-windows-568.exe telah Anda Unduh sebelumnya, atau Anda juga bisa melakukannya dengan cara Klik Kanan File unetbootin-windows-568.exe ->Open (hasilnya sama saja)

Tidak beberapa lama akan keluar tampilan Unetbootin, karena kita akan membuat Live USB dengan menggunakan ISO Distro Linux yang sudah kita Unduh sebelumnya klik saja menu yang ada tititk disebelah kanan “Diskimage” jangan lupa perhatikan juga bagian “Type” pastikan disitu sudah benar pilih “USB Drive” begitupun pada bagian “Drive” Anda harus benar-benar diperhatikan jangan sampai salah pada Flashdisk lainnya yang terpasang pada komputer (jika hanya 1 Flashdik yang terpasang gak bakalan salah), saya sarankan lebih baik jika ada beberapa Flashdisk yang terpasang silakan dilepas saja.

Lakukan pencarian pada folder kita meletakkan File ISO Distro Linux yang telah kita miliki, setelah ketemu klik “Open” jika keluar tampilan seperti saat pertama kita menjalankan Unetbootin klik saja “Ok”

Tidak beberapa lama kemudian akan tampil halaman proses Ekstrak ISO Distro Linux tersebut ke dalam Flashdisk yang kita miliki, lama proses yang dibutuhkan tergantung dari spesifikasi komputer yang kita miliki.


Akhirnya Proses pembuatan Live USB pada Flashdisk selesai juga, Jika Anda ingin melanjutkan pekerjaan dengan menggunakan OS yang sekarang Anda pakai silakan klik “Exit” tapi kalau Anda sudah tidak sabar untuk mencoba Live USB Flashdisk yang kita buat tadi silakan klik “Reboot Now” maka secara otomatis Komputer akan restart.
 


Agar bisa menjalankan Live USB Flashdisk yang kita buat tadi silakan Setting BIOS Anda dengan USB FDD sebagai urutan pertama (tidak mutlak USB FDD, tergantung jenis Motherboard dan BIOS yang Anda pakai).
 

 
Dalam praktek pembuatan Artikel ini saya memakai Komputer dengan sepesifikasi sebagai berikut:
  • Motherboard: LGA (soket 775)
  • Processor: Dual Core E5300
  • RAM Memori: 2x512 MB (DDR2)
  • Flasdisk: 4 GB (merk rahasia)
  • OS: Windows XP SP3 bajakan (milik costumer)
  • Untuk mengambil gambar tangkapan layar saya menggunakan tombol Printscreen dan saya paste ke dalam GIMP for Windows selanjutnya saya Simpan sebagai PNG.
 
Sedangkan untuk melakukan posting saya memakai Distro Linux BlankOn, dengan beberapa aplikasi yang sudah terpasang secara otomatis, misalnya, untuk Edit Gambar saya menggunakan GIMP, untuk menulis artikel secara offline menggunakan LibreOffice Writer dan untuk posting ke blog menggunakan Browser Chromium.

Macam-macam Pesan error Pada Komputer Serta solusi nya

Selamat Siang sahabat Blogger kali Ini saya akan membagikan artikel Macam-macam Pesan error Pada Komputer Serta solusi nya

Selain mengetahui cara kerja komputer, ada baiknya kita mengenal hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan (error) yang ditemukan dalam sistem komputer. Kesalahan ini ditemukan dalam bermacam-macam kasus, baik pemrograman, maupun dalam bidang lainnya dalam proses yang dilakukan dengan menggunakan komputer. Jenis error apa sajakah yang mungkin ditemukan dalam suatu proses eksekusi? Berikut jenis error yang sering ditemukan:

Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…

Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D)
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:


Buka Registry Editor.
Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory ManagementDouble-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.
NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.

Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.

Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.

Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,"

jika anda sudah mengetahui jenis error dan cara mengatasinya, anda tidak perlu panik lagi. Semoga dapat membantu anda.

Komentar kalian

Total Tayangan Laman

Tukar Link Yuk..!!!

SUBHANOSUKE